Pernahkah kamu merasa berada di titik terendah dalam hidup?

Stres berkepanjangan karena setiap hari dihantui deadline pekerjaan. Lelah karena sudah mengabdi sekian tahun di kantor tak kunjung diapresiasi layak oleh atasan. Jenuh karena menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan, atau mendapat kabar si dia selingkuh.

Apa hal paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk menenangkan pikiran saat menghadapi salah satu kondisi tersebut? Tunggu dulu, jangan buru-buru obral curhat sana sini, apalagi langsung ke psikolog atau psikiater.

Ambil earphone dan buka galeri musik di ponselmu. Mau yang lebih gampang? Cukup ketik keyword ‘chill’ atau ‘relax’ di Spotify, kamu pun akan menemukan sederet playlist lagu yang sesuai dengan perasaanmu saat ini. Spotify tak ubahnya seperti bank musik yang bisa membaca pikiran dan kebutuhan pendengarnya.

Sebuah penelitian di Italia menyebutkan musik dengan tempo lambat atau pelan efektif untuk menenangkan diri, sementara musik dengan tempo cepat bisa membangkitkan semangat. Semua bergantung suasana hatimu.

Manfaat Terapi Musik

Konsep musik telah ada sejak berabad silam. Musik telah menjadi bagian dari setiap era dan menjangkau budaya seluruh dunia. Inilah alasan terapi musik bisa digunakan dalam ruang lingkup klinis, pendidikan, sosial bagi siapa pun yang membutuhkan.

Al-Farabi dalam bukunya berjudul Great Book About Music mengatakan terapi musik memunculkan rasa tenang dan nyaman, mengendalikan emosi, mengembangkan kekuatan spritual, pendidikan moral, dan menyembuhkan gangguan psikosomatik.

Foto: Pixabay

Masing-masing genre musik juga memiliki manfaat berbeda. Genre musik klasik misalnya, dapat memunculkan Efek Mozart. Ini adalah istilah terapi musik di mana musik dapat meningkatkan tingkat inteligensi seseorang.

Ada pula terapi musik untuk refreshing. Genre-genre musiknya dapat menenangkan dan menyegarkan pikiran saat seseorang sedang kacau dan jenuh.

Musik untuk motivasi bisa melahirkan perasaan tertentu, sehingga muncul semangat melakukan segala kegiatan.

Terapi musik untuk personalisasi akan membentuk kepribadian seseorang ke arah lebih baik atau lebih buruk, bergantung jenis musik apa yang sering didengarkan.

Terapi musik menjadi stimulus untuk pendekatan kognitif, menyediakan lingkungan yang bagus untuk interaksi sosial, serta memotivasi untuk belajar dan bekerja.

Musik Atasi Stres Kerja

Stephen P Robbins dalam bukunya berjudul Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi dan Aplikasi mengelompokkan gejala stres kerja ke dalam tiga kategori.

Pertama, gejala fisiologis. Stres memicu perubahan metabolisme, meningkatkan laju detak jantung dan pernapasan, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.

Kedua, gejala psikologis. Stres menyebabkan ketidakpuasan, menimbulkan ketegangan, kecemasan, emosional, rasa bosan, dan berujung pada kebiasaan suka menunda pekerjaan.

Ketiga, gejala perilaku. Stres menurunkan produktivitas, mengurangi tingkat absensi karyawan di kantor, bahkan memicu karyawan mengundurkan diri alias resign dari pekerjaan.

Stres juga mengubah pola makan, meningkatkan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, gelisah berkepanjangan, hingga gangguan tidur.

Musik adalah obat stres paling asik. Musik yang memberi ketenangan adalah musik dengan tempo lambat. Ini hampir bisa dijumpai pada seluruh genre musik, salah satunya musik klasik.

Stres tak ubahnya seperti epidemi di dunia kerja nan serba modern. Kebanyakan alasan karyawan tak masuk kerja adalah sakit, dipicu beban kerja berlebihan dan berujung stres.

Stres sangat membahayakan tubuh dan pikiran, bahkan menyebabkan kondisi lebih serius, seperti cemas dan depresi. Kali ini kita akan mencari tahu peran musik untuk meringankan gejala stres.

1. Melancarkan meditasi

Meditasi salah satu cara mengurangi stres. Musik untuk meditasi saat ini tersedia luas di berbagai konten dan platform. Jenis musik ini membantumu mengurangi stres, atau sekadar menemani santai setelah melalui hari panjang di tempat kerja.

2. Memperbaiki suasana hati

Stres selalu dikaitkan dengan emosi. Kamu paling tahu lagu-lagu seperti apa yang bisa membuatmu tersenyum dan tertawa. Bikin track listnya dan mainkan kapan dibutuhkan, termasuk saat sedang bekerja di kantor. Pasang headphonemu dan dengarkan.

3. Mengurangi kecemasan

Sejumlah penelitian membuktikan mendengarkan musik membantu mengurangi kecemasan. Kecemasan bisa berujung depresi jika eskalasinya meningkat. Jika dibiarkan dan tidak ditangani sedini mungkin, kecemasan bisa membahayakan kesehatan mental dan mengancam performamu di dunia kerja.

Mulai sekarang, biarkan musik-musik favoritmu memerangi kecemasanmu.

4. Menambah konsentrasi

Apakah kamu sering stres melihat sederet daftar pekerjaan yang belum dikerjakan? Jangan khawatir, kamu tak sendiri.

Meski demikian, kamu perlu ingat bahwa waktu yang dihabiskan untuk stres memikirkan pekerjaan sebaiknya diinvestasikan untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan itu sendiri. Ini berarti kamu butuh sesuatu supaya fokus dan berkonsentrasi.

Musik bisa menjadi endorphin yang meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja.

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Saat sakit, wajar kamu merasa tertekan, tidak enak badan, dan stres karena pekerjaan semakin menumpuk, sementara kamu tidak bisa melakukan apa-apa selain istirahat alias bed rest.

Sejumlah penelitian membuktikan medengarkan musik bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sekadar mendengarkan 50 menit dance music misalnya, bisa meningkatkan produksi antibodi, sehingga tubuh menjadi lebih kebal dan sehat.

6. Mengenal emosi

Mendadak di tempat kerja kamu bahagia tanpa alasan, sedih tanpa sebab. Kamu kadang merasa terasing dan bingung dengan perasaan sendiri. Ini bisa terjadi karena kamu tak berusaha bersahabat dengan emosi.

Saat merasakan hal itu, cobalah mendengarkan beberapa genre musik berbeda yang membantumu memahami perasaan dan emosi diri. Tubuhmu akhirnya bisa selaras dengan pikiran dan hatimu.

7. Meningkatkan kualitas tidur

Jika pola tidurmu kacau, misalnya insomnia, dengarkan musik yang menenangkan. Ada banyak lagu yang bisa diunduh online untuk membuat tidur malammu lebih lelap. Kamu pun bangun segar di pagi hari dan siap aktif bekerja.

Dengarkan dan Mainkan!

Selain mendengarkan musik, manfaat memainkan alat musik tak kalah hebat dalam mengurangi stres. Saat belajar atau memainkan instrumen tertentu, kamu didorong fokus memikirkan saat ini dan hari ini, sehingga bisa melupakan sejenak kekhawatiran di masa lalu dan masa depan.

Alat musik bisa menjauhkanmu dari gadget, meski sesaat. Gadget, khususnya ponsel adalah sumber stres utama dalam bekerja. Mengapa?

Kamu menerima ratusan email dalam sehari, harus mengangkat panggilan bos atau klien berkali-kali, belum lagi memeriksa chat di grup whatsapp keluarga. Pagi, siang, sore, malam matamu tak pernah lepas dari menatap layar ponsel.

Alat musik juga memperbaiki kehidupan sosialmu. Kok bisa?

Bermain solo tak selamanya asik. Semakin seru jika kamu bisa berkumpul dengan teman-teman sekantor dan nge-jam bareng.

Kamu tidak perlu ahli memainkan seluruh alat musik. Cukup petik dawai gitarmu, atau mainkan tuts pianomu, letakkan smartphone-mu, lalu rileks sambil memainkan nada-nada dari alat musik kesayanganmu.

Musik adalah jawaban sekaligus solusi yang memungkinkanmu tetap tenang menjalani kehidupan. Jadi, tunggu apa lagi? Dengarkan dan mainkan musik favoritmu, lalu nikmati hari dengan rasa syukur dan percaya diri.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: