Setiap impian besar menyimpan tantangan tersendiri. Kamu mungkin memutuskan resign dari kantor yang menggajimu double digit atau triple digit, kemudian memutuskan menjadi freelancer pada bidang tertentu yang menjadi passionmu.

Memang benar, siapapun harus bekerja untuk menghasilkan uang dan bertahan hidup. Namun, ada perbedaan besar melakukan pekerjaan yang disukai dengan melakukan pekerjaan yang membuatmu bosan.

Saat bekerja dengan passion, kamu memperoleh pengalaman siang dan malam, di tempat kerja dan di luar tempat kerja. Waktu rasanya berlalu lebih cepat ketika kamu menikmati apa yang kamu kerjakan. Kamu pun merasa lebih kreatif dan produktif.

Tantangan Menjalani Passion

Semangat adalah percikan api yang menyulut seseorang untuk menjalani passionnya, meraih impiannya. Passion mendorongmu ke pintu kesuksesan dan dunia kerja professional, kemudian dalam waktu bersamaan membuatmu menikmati hidup.

Meski demikian, ada saja tantangan menjalani passion. Berikut adalah sembilan di antaranya.

1. Keberanian mengambil risiko

Kamu mungkin saja karyawan bergaji tinggi, bekerja di perusahaan asing atau multinasional, namun kamu tidak bersemangat dengan pekerjaan tersebut.

Ketika kamu berada di dalam restoran yang tidak kamu sukai, menu-menu selezat apapun di mata orang tak akan bisa membuatmu lapar. Kamu pun enggan memesan makanan.

Berani mengambil risiko dalam menjalani passion (Ilustrasi foto: Pixabay)

Demikian juga dengan bekerja. Saat kamu bekerja tak sesuai passion, berada di lingkungan kerja bergaji tinggi dan kantor yang nyaman sekali pun tak membuatmu menyukainya.

Kamu harus berani mengambil risiko dan mencari tahu apa passionmu. Saat kamu lebih semangat, lebih produktif, dan lebih bahagia menjalani sesuatu, itulah saat kamu menemukan passionmu.

2. Konsistensi

Saat mengejar passion, akan ada bagian dari dirimu yang memberontak. Ada saja suara yang berbisik menggodamu untuk berhenti melakukannya.

Memang benar, semua orang menyimpan ketakutan besar, khususnya takut gagal. Namun, jika kamu membiarkan suara-suara sumbang itu menang, passion semakin jauh berada di luar jangkauanmu.

Mengikuti passion pada satu titik membuatmu ingin menyerah. Kuncinya adalah tetap konsisten dan bertanggung jawab dengan pilihan hidup yang telah dibuat.

3. Mempertahankan semangat

Saat kamu bersemangat dengan apa yang dilakukan, kamu menjadi lebih bahagia. Kebahagiaanmu akan menular ke orang lain, khususnya orang-orang yang bekerja denganmu.

Salah satu cara terbaik memperkuat sudut pandang bekerja sesuai passion adalah mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang selalu memberi semangat.

Coba lihat, berapa banyak teman atau saudaramu yang memutuskan bekerja sesuai passion? Kamu bisa memetik pelajaran dan terinspirasi dari kisah-kisah mereka.

4. Kemampuan bekerja sama

Apakah kamu lebih suka bekerja mandiri atau dalam kelompok? Apapun pilihanmu yang namanya pekerja harus bisa berada di antara keduanya.

Mengerjakan passion kadang membuatmu merasa lebih ahli dan melabeli diri profesional. Ini adalah pemahaman salah.

Kamu perlu memelihara rasa haus akan pengalaman, dan terus belajar mengembangkan diri dari orang lain. Bekerja mandiri? Oke. Bekerja dengan tim? Tak masalah. Ini salah satu cara menjawab tantangan meraih passion.

Kerja sama bisa memperkuat passion (Ilustrasi foto: Pixabay)

Tak peduli seberapa banyak pengalaman yang sudah kamu miliki, selalu ada hal baru yang bisa dipelajari. Berusaha tetap up to date dengan informasi yang berkaitan dengan passionmu.

5. Menemukan motivasi

Passion pada awalnya tampak seperti mozaik-mozaik kecil bertebaran di mana-mana. Katakan lah kamu menyukai bahasa Jepang, hobi minum kopi, suka menulis dan merangkai kata, namun suka juga menganalisis, bahkan bisa memimpin sebuah komunitas.

Pikirkan, passion apa yang bisa mewadahi mozaik-mozaik kecil yang kamu miliki?

Sama kasusnya saat kamu membuka kulkas, kemudian melihat ada wortel, buncis, jamur, ikan, tahu di dalamnya. Kamu pun berpikir, bagaimana caranya kamu bisa membuat masakan enak dari isi kulkas sendiri.

Semua itu membutuhkan motivasi, dan sumber motivasi itu banyak. Ada yang termotivasi setelah membaca kisah sukses orang-orang yang bekerja sesuai passionnya. Ada yang termotivasi begitu berbagi cerita dengan orang tua atau anggota keluarga.

Temukan hal-hal yang kamu sukai dan jadikan itu sumber motibasi untuk menjalani passion.

6. Memelihara pemikiran positif

Apapun yang terjadi, tetaplah bersikap positif. Kelola ketakutanmu dengan tidak memercayai pikiran negatif yang datang bertubi-tubi.

Perasaan takut dan cemas berkepanjangan hanya menghalangimu mengambil tindakan.

Berpikiran positif itu tak sekadar di mulut saja. Istirahat cukup, berolah raga, atau sesederhana menaruh bunga segar di meja kerja bisa memercikkan semangat baru untukmu tetap berpikiran positif setiap harinya.

7. Godaan tetap perfeksionis

Perfeksionis tidak selamanya bagus. Alih-alih memusingkan diri dengan kesempurnaan dalam bekerja, belajar lah untuk bersenang-senang dengan mencoba berbagai hal untuk mendapatkan hasil terbaik.

Semua orang belajar dari kesalahan. Dari kesalahan-kesalahan itu, jalanmu menuju sempurna sudah di depan mata.

8. Tetap aktif

Jangan biarkan dirimu malas, seperti menekan tombol ‘tunda’ pada alarm yang membangunkanmu di pagi hari. Menunda-nunda sesuatu itu memang menggoda, namun itu semua bisa melemahkan motivasi yang telah kamu bangun sendiri.

Tetap aktif menjalani passionmu. Jangan pula biarkan internet menyedot perhatian dan waktu luangmu sepanjang hari. Perbaharui daftar tujuan dan terus aktif untuk memperbaiki diri.

9. Masalah modal

Uang diakui atau tidak diakui membantumu untuk terus menumbuhkan passion. Masalah uang secara proaktif bisa diselesaikan lewat jalur kredit, pinjaman jangka pendek, atau win-win solution lainnya.

Kamu juga bisa membangun jejaring bisnis dengan rekan sejawat yang mempunyai passion sama denganmu. Kalian bisa memulai bisnis bersama.

Setelah bisnis semakin mandiri, berkembang, dan maju, baru kalian bisa mempertimbangkan kembali sekiranya ingin mencoba jalan berbeda.

Passion adalah Energi

Passion adalah hal yang menimbulkan semangat, antusiasme, dan kebahagiaan besar untuk melakukan sesuatu.

Jika kamu mengenal passionmu dan memiliki kesempatan untuk menjalaninya, maka langkah untuk meniti kesuksesan jauh lebih mudah. Setiap hari kamu bisa seperti anak kecil yang bermain dan melakukan apa saja yang disukai dengan riang gembira, tanpa merasa lelah sama sekali.

“Passion is energy. Feel the power that comes from focusing on what excites you.” (Oprah Winfrey)

Penelitian terbaru tentang neuroplastisitas otak menunjukkan siapa saja bisa membangun tujuan baru di otaknya dengan fokus pada aksi atau keberanian mengambil tindakan. Ini membuktikan bahwa visualisasi diri salah satu cara paling efektif memprogram ulang pikiran bawah sadar.

Foto: Pixabay

Ketika kamu memutuskan fokus membayangkan apa saja tujuan hidup, kamu pasti bisa merangkum cara apa saja yang harus dilakukan untuk menggapainya.

Sukses tidak melulu berupa wujud benda, kuantitas, atau hal yang bisa digenggam dengan tangan. Seorang Albert Einsten di masa mudanya pernah berkata, “Aku tak punya bakat khusus. Aku hanya menikmati rasa ingin tahu saja.”

Dengan rasa ingin tahunya yang besar, seorang Einstein bisa menemukan Teori Relativitas. Ia dikenal sukses bukan karena jenius, melainkan rasa ingin tahu yang mendorongnya terus menggali informasi hingga melahirkan ide-ide besar.

Helen Keller pernah berkata, “Hidup adalah sebuah petualangan hebat atau tidak sama sekali.” Sukses tidak diraih dalam semalam. Sukses adalah sebuah perjalanan panjang dan terus menerus dalam kehidupan.

Ikuti passionmu sejauh mungkin, dan bersemangatlah!

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: