Indonesia sudah mengenal musik sejak lama. Tetapi, musik rock Indonesia mulai berkembang sekitar tahun 1950-an ketika saat itu raja Rock n Roll, Elvis Presley, sedang hits-hitsnya.

Pada tahun 1960-an, menyusul pula The Beatles dan Rolling Stones yang semakin membuat demam rock n roll merebak ke seluruh penjuru dunia, termasuk pula Indonesia.

Ketika itu, rock di Indonesia mulai terdengar di siaran-siaran radio zaman dulu. Selain itu, penjualan kaset atau piringan hitam dari beberapa musisi rock ternama dunia juga meningkat tajam.

Bisa dibilang, sebelum Elvis Presley atau The Beatles atau pula Rolling Stones mengenalkan gaya musik rock yang lebih modern, penggemar musik rock di dunia maupun penggemar rock Indonesia belum fanatik.

Band dan musisi legendaris yang mengenalkan musik rock di Indonesia

Awal mula kebangkitan musik rock Indonesia ada di era 1970-an. Saat itu ada band-band yang memiliki pengaruh cukup besar seperti God Bless, Gypsy, Gang Pengangsaan, dan banyak lagi.

Tak berselang lama setelah era itu, muncul aliran rock underground yang mengusung musik yang lebih keras dan liar lagi. Penikmat aliran ini cukup banyak saat itu, salah satu label rekaman akhirnya berani mengangkat musik underground lewat album Semut Hitam dari God Bless.

Beranjak ke tahun 1980-an. Ini lah saat di mana kepopuleran musik rock mencapai puncaknya di seluruh dunia. Band-band rock yang memiliki pengaruh besar pada masa itu antara lain adalah Metalicca, Megadeth, Slayer dan lainnya.

Pengaruh popularitas band-band itu sampai ke Indonesia. Banyak band lokal di kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Yogkakarta, menjadikan band-band dunia tersebut sebagai kiblat mereka dalam bermusik.

Ada satu kendala yang membuat band rock lokal di Indonesia sulit untuk berkembang. Ketika itu, sangat sedikit label atau perusahaan rekaman memberikan kesempatan kepada band rock untuk unjuk gigi.

Sedikit celah terbuka pada tahun 1994 di Kota Bandung, Richard Mutter yang merupakan drummer PAS Band membentuk gerakan musik rock alternative. Gerakan tersebut akhirnya menjadi jalan untuk membuka label independen.

Akhirnya, label independen yang beranjak dari gerakan komunitas ini berhasil menampilkan beberapa band-band indie dari Bandung dan Jakarta. Salah satunya kemudian adalah PAS Band yang berhasil merilis album rock pertama secara independen dan terjual 5000 keping dalam waktu yang tidak lama.

Kejayaan musik rock Indonesia

Sejak era 1990-an, konser-konser rock sudah mulai rutin diadakan di daerah-daerah di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah kemajuan, sebab sebelumnya konser musik rock yang berkutat di fesival-festival saja.

Setelah itu, penghargaan musik pun sudah mulai melirik musik rock. Ajang penghargaan musik yang sering ditayangkan di televisi Indonesia sudah memasukkan musik rock dalam kategori nominasi yang diperebutkan.

Jika bisa dirangkum seperti apa perjalanan musik rock Indonesia pada era 1980-an sampai dengan 1990-an, maka ada nama-nama band rock seperti Roxx, God Bless, Edane, dan Boomerang. Bahkan, penyanyi rock wanita Indonesia juga lahir di masa ini, seperti Nike Ardilla dan Inca Christy.

Band dan penyanyi rock tersebut sukses mengantarkan musik rock mencapai masa keemasannya di Indonesia. Walaupun mereka sudah tua dan bahkan ada yang sudah tiada, lagu-lagu mereka masih didengarkan hingga saat ini.

Era 2000-an: besarnya pengaruh musik pop

Di era yang lebih modern seperti tahun 2000-an, genre yang paling banyak diminati memang adalah musik pop. Band-band pop bermunculan dan lagu-lagunya terus diputar di radio.

Lagu-lagu pop pada saat itu memang laris manis di pasaran. Anak-anak muda dan remaja penikmat musik merasa lebih terwakilkan oleh lagu-lagu bergenre pop yang lebih kekinian.

Sulit untuk band-band yang masih konsisten memainkan genre rock untuk eksis di era 2000-an ini. Genre rock hanya diadopsi pada beberapa aliran saja, dan yang paling relate dengan era tersebut adalah genre rock alternatif seperti pop-rock.

Hal ini juga seiring dengan pengaruh band rock alternatif dunia seperti Coldplay, Muse, atau Radiohead. Band-band ini mulai disorot di awal tahun 2000-an dan peminatnya sangat banyak.

Di Indonesia, konsep musik yang dibawakan oleh band tersebut diikuti lagi oleh band rock alternatif baru seperti Peterpan yang meledak lewat lagu Mimpi yang Sempurna.

Baca juga: Deretan Kisah Musisi Rock Sukses Indonesia

Jika berbicara pop-rock pada saat itu, rasanya band-band besar lainnya seperti Slank, Jamrud, atau Dewa 19 masih menelurkan karya-karya yang menjadi hits.

Slank meledak bersama albumnya yang berjudul Virus pada tahun 2001. Sebelumnya, Jamrud juga merilis album Ningrat dan Dewa 19 muncul lagi dengan album Bintang Lima pada tahun 2000.

Slank contohnya, konser mereka selalu dihadiri puluhan ribu fans fanatiknya di setiap titik di Indonesia. Jamrud dan Dewa 19 tak mau kalah, album mereka terjual lebih dari satu juta keping dan lagu-lagu mereka terus di putar di televisi dan radio.

Peterpan juga sudah meledak namanya berkat album Taman Langit pada tahun 2003. Peterpan semakin populer setelah band rock alternatif ini sukses besar bersama album kedua yang berjudul Bintang Di Surga pada tahun 2004. Saat itu album Bintang Di Surga tercatat berhasil terjual sebanyak 3 juta keping.

Ada pula band bernama Netral atau sekarang NTRL yang cukup konsisten berada dalam genre rock. Biarpun konsepnya tidak murni rock, Netral tetap identik dengan musik bertempo cepat dan keras. Sampai saat ini Netral atau NTRL tetap eksis dibelantika musik Indonesia.

Namun jangan salah, di era musik seperti sekarang, band rock cadas dari Indonesia juga ada yang tetap konsisten dan terus eksis bahkan sampai ke luar negeri.

Namanya adalah BurgerKill, band cadas underground yang alirannya lebih kepada metalcore. Nama band ini sendiri diambil dari sebuah nama restoran burger cepat saji yang dipelesetkan.

Band ini sebenarnya sudah dibentuk sejak tahun 1995. Pada tahun 2001, nama mereka mulai diperhitungkan hingga mereka berhasil bekerja sama dengan apparel sport dunia sekelas Puma.

Burgerkill selanjutnya pernah berada satu panggung bersama band luar negeri seperti Himsa dan As I Lay Dying. Untuk mengedarkan album mereka di Australia, BurgerKill juga bekerja sama dengan label lokal di sana dan hasilnya album mereka cukup laris di Australia. Beberapa kali merombak personilnya, Burgerkill tetap eksis sampai sekarang.

***

Sebenarnya, masa kejayaan musik rock Indonesia ada pada tahun 80-an hingga tahun 90-an. Pada dasarnya memang hal ini seiring dengan pengaruh band rock dunia yang sedang populer pada saat itu.

Pada tahun 2000-an, pengaruh musik pop dunia yang sedang benar-benar berdampak pada kepopuleran musik rock di Indonesia. Genre mendadak lesu, band dan musisi pop bermunculan dan lagu-lagunya sangat hits. Tetapi, beberapa band rock alternatif tetap menjaga kultur rock ini di Indonesia hingga sekarang.

Kalau kalian sendiri, adakah band atau musisi rock favorit kalian yang ikut dibahas dalam artikel ini?

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: