pendiri gojek

Akhir tahun 2019 ini, nama Nadiem Makarim kembali menjadi perbincangan hangat publik tanah air.

Betapa tidak, ia baru saja dipilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru di umurnya yang masih menginjak 35 tahun.

Saat ini sang pendiri Gojek bisa disebut sebagai menteri termuda di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo jilid 2.

Siapa Nadiem Makarim?

Nama lengkapnya adalah Nadiem Anwar Makarim, seorang bergelar MBA lulusan dari Harvard Business School.

Lahir pada tanggal 4 Juli 1984 di Singapura, Nadiem Makarim mulai dikenal karena sukses membawa perusahaannya yang bernama Gojek menjadi perusahaan Indonesia pertama yang nilainya setara decacorn.

Sebagai informasi, sekarang hanya ada 19 perusahaan di dunia yang nilainya setara decacorn, dan Gojek adalah satu diantaranya.

Perjalanan Karir Nadiem Makarim

Sebagai lulusan Master of Business Administration di Harvard Business School, Nadiem Makarim memulai karirnya dengan menjadi konsultan manajemen di McKinsey & Company.

Di sana ia bekerja dari tahun 2006 dan bertahan selama 3 tahun.

Setelah itu, Nadiem mencoba peruntungannya sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di Zalora, Nadiem menjadi Co-Founder sejak tahun 2011 dan tahun 2012 memutuskan keluar dari sana.

Merasa sudah banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman di Zalora, Nadiem Makarim selanjutnya mengambil langkah besar dengan mendirikan sebuah startup yang sekarang kita kenal dengan nama Gojek. Awalnya Gojek hanya diisi oleh 15 karyawan dan 450 driver sepeda motor.

Sembari mengembangkan Gojek, pada tahun 2013, Nadiem juga mengembangkan sebuah alat pembayaran digital bernama Kartuku.

Kartuku ini lah yang sekarang juga diakuisisi oleh Gojek dan berubah namanya menjadi Gopay.

Sekarang, siapa yang tidak tahu apa itu Gojek? Selain menjadi alat bantu transportasi online yang simpel, cepat, dan murah.

Saat ini Gojek sudah jauh berkembang sangat cepat dan banyak menu yang bisa dipilih untuk membantu aktifitas harian.

Jutaan driver sepeda motor sudah bergabung menjadi mitra, Nadiem juga sukses membantu menyelamatkan ekonomi banyak orang.

Bermodalkan smartphone android dan sepeda motor, siapa saja bisa bermitra dengan Gojek.

Sebagai pebisnis, Nadiem Makarim telah dinyatakan sebagai salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia.

Di usianya yang masih muda, Nadiem diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$ 100 Juta. Wow, berapa tuh kalau dirupiahkan?

Nah, baru-baru ini, atas kesuksesan dan pencapaiannya yang sangat menginspirasi, Presiden Jokowi mempercayakan Nadiem Makarim untuk membantu pendidikan ratusan juta anak Indonesia selama lima tahun ke depan.

pendiri gojek
Sumber gambar: ft.com

Ya, Nadiem telah melepaskan diri dari Gojek dan sudah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bangga!

Rahasia Sukses Seorang Nadiem Makarim

Merupakan seorang ulusan salah satu kampus terbaik di dunia, jadi pengusaha yang sukses besar, hingga dipercaya menjadi Menteri, apa sih rahasianya?

Ternyata, rahasia kesuksesan Nadiem Makarim hanya satu: fokus pada deadline.

Tidak bisa dipungkiri, kalau mau menjadi pengusaha kita dituntut harus memiliki visi dan tujuan yang jelas untuk dicapai.

Begitupun untuk orang seperti Nadiem Makarim, ia sangat fokus pada visi dan tujuannya yang selanjutnya ia jadikan deadline untuk dirinya sendiri.

Ada sedikit kisah ketika ia bisa menemukan ide dan inspirasi untuk mendirikan Gojek. Ketika di Zalora dulu, Nadiem suatu waktu sempat bercengkrama dengan tukang ojek pengkolan yang mangkal di depan kantornya.

Dari sana ia bisa tahu sedikit banyak keluh kesah para tukang ojek pengkolan yang sangat lama membuang waktunya hanya untuk menunggu penumpang.

Cerita tukang ojek pengkolan tersebut memberikannya inspirasi untuk membuat layanan yang bisa membantu tukang ojek tersebut.

Ia punya visi, ia ingin para tukang ojek ini tidak lagi menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu penumpang yang datang ke pengkolan serta saling menunggu giliran antar sesama tukang ojek.

Benar, karena Nadiem Makarim tahu pentingnya memanfaatkan waktu, ia pun ingin memudahkan para tukang ojek ini agar tak membuang-buang waktu lagi. Time is money, right?

Visi Nadiem Makarim juga tidak sembarangan. Ia ingin ke depannya Gojek bisa menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kemacetan transportasi di Kota Jakarta yang benar-benar padat.

Dari pada hanya beretorika dengan teori saja, Nadiem terjun langsung dan menciptakan solusi tersebut dalam bentuk yang nyata dan bisa dirasakan langsung dampaknya oleh jutaan orang.

“Kamu harus berani untuk ambil risiko dan berkata tidak, bahkan kepada bos kamu sendiri.” – Nadiem Makarim.

Ia berjalan lurus pada visinya, akhirnya Gojek tak cuma jadi solusi transportasi di kota-kota di Indonesia saja, tapi sudah sampai digunakan juga di Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Walaupun punya visi, tujuan, dan fokus pada deadline, Nadiem juga mengajarkan kita untuk tak boleh sembarangan dalam melangkah lho.

Gojek benar-benar ia rintis dari nol dan ia bangun dengan penuh kesabaran dan strategi yang detail.

Visi, tujuan, dan deadline untuk diri sendiri memang penting, tapi Nadiem mengingatkan kalau pengusaha juga harus sabar dalam membesarkan usahanya.

Kesabaran tersebut akhirnya berbuah melalui penghargaan 50 perusahaan yang mengubah dunia versi Majalah Fortune. Tak heran saat ini Nadiem Makarim benar-benar menginspirasi anak-anak muda tanah air.

Dalam membangun Gojek hingga menjadi sebesar sekarang ini, Nadiem juga memberikan deadline tersendiri untuk dirinya blusukan.

Tahu kisah barusan tentang Nadiem yang berbincang dengan tukang ojek pengkolan, kan? Itulah blusukan khas Nadiem Makarim.

Agar bisa menjalin kerja sama dengan para tukang ojek pengkolan tersebut, Nadiem turun langsung ke lapangan dan menawarkan kerja sama kepada para tukang ojek.

Nadiem setia pada deadline kerjanya tersebut untuk turun langsung ke lapangan sejak tahun 2010, dan delapan tahun kemudian Gojek sukses memiliki 1 juta driver online.

“Be fearless. Walaupun ada rintangan, kita pasti bisa melewati itu semua apa pun hambatannya.”- Nadiem Makarim

Terakhir, Nadiem Makarim mengajarkan kita untuk selalu memanfaatkan sekaligus memaksimalkan kesempatan yang ada.

Kisah Nadiem Makarim dalam merintis usahanya bisa kita contoh dari keisengannya dalam berbincang dengan tukang ojek pengkolan.

Dari kesempatan sekecil itu ia mampu melihat peluang besar yang sebenarnya tidak bisa dilakukan setiap orang.

Bisa dibayangkan, bahwa siapa saja bisa berbincang dengan tukang ojek pengkolan, tapi hanya orang-orang dengan kecerdasan dalam melihat peluang lah yang mampu menjadikan bincangan tersebut sebagai inspirasi dalam membangun hal besar.

Selama bekerja menjadi konsultan di McKinsey & Company maupun Zalora Indonesia, Nadiem Makarim juga belajar banyak bagaimana sebaiknya membangun bisnis dan mendirikan sebuah perusahaan untuk menjadi besar.

Ia terus belajar, berinovasi, memantapkan visi, dan disiplin pada waktu. Kesabarannya dalam jerih payah tersebut akhirnya terbukti sampai seperti sekarang ini.

Saat ini, Nadiem Makarim mengemban amanah yang lebih berat lagi. Dengan kecerdasan dan kerja kerasnya, masa depan anak-anak Indonesia ada di tangannya.

“Momentum adalah hal yang tidak kekal, selalu naik dan turun. Jika kamu tidak menangkap momentum itu di saat terbaiknya, kamu akan kehilangannya.”- Nadiem Makarim, pendiri Gojek dan Mendikbud saat ini.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: