Saat ini adalah eranya anak-anak muda alias generasi milenial untuk unjuk gigi. Sekarang para pelaku utama ekonomi Indoensia juga didominasi oleh anak muda.

Sejalan dengan hal tersebut, anak muda sendiri sangat identik dengan dunia dan cara berpikir yang kreatif. Tak heran kalau banyak generasi milenial yang mencoba meniti karir menjadi pengusaha, karena bisa lebih leluasa mengekspresikan pemikirannya.

Tetapi, jalan menuju sukses ada banyak, tak melulu harus merintis dan meniti karir sebagai pengusaha.

Harus disadari bahwa setiap orang punya keahlian dan siapa saja bisa untuk sukses. Nah, untuk para milenials, mengambil pekerjaan kantoran sekalipun tak akan menghalangi kalian buat sukses, lho.

Sumber: pexels.com

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bahas terlebih dahulu stigma tentang pekerjaan kantoran yang banyak berseliweran di masyarakat awam sehingga banyak anak-anak muda yang ragu mengambil pekerjaan ini.

Stigma Terhadap Pekerjaan Kantoran

Selalu dibanding-bandingkan dengan pengusaha

Sudah disinggung sedikit diawal. Ya, banyak sekali yang membanding-bandingkan antara pekerjaan kantoran dengan pekerjaan orang yang sedang merintis usaha.

Banyak perbandingan yang umum tersebar di khalayak ramai, seperti soal penghasilan, jam kerja, peluang untuk kaya, dan sebagainya. Padahal, tak ada yang salah dari keduanya selama keduanya adalah sumber rezeki yang halal.

Dan yang tak boleh dilupakan juga adalah bahwa setiap orang punya keahlian dan passion masing-masing. Setiap orang pasti bisa sukses dengan caranya masing-masing.

Identik dengan roda kehidupan yang monoton

Tak salah lagi, pekerja kantoran pasti identik dengan jam kerja yang monoton dan flat. Kerja delapan jam sehari, senin sampai dengan jumat, dengan job desk yang itu-itu saja, membuat kita berpikir sejenak kalau hal tersebut sangat membosankan.

Untuk itu banyak yang menyimpulkan bahwa dengan menjadi pekerja kantoran kita sudah membuka peluang lebih besar untuk terkena stress atau depresi. Apakah seperti itu tuntutan hidup dari pekerja kantoran? Hmm..

Tak lebih dari seorang “pesuruh”

Seorang pekerja kantoran pasti dipimpin oleh seorang atasan. Atasan tersebut bisa saja supervisor, manager, kepala bagian, atau pemilik perusahaan. Pastinya, harus siap kapan saja menjalani perintah dan mematuhi aturan yang sudah dibuat.

Stigma ini juga membuktikan kalau pekerjaan kantoran tak seindah kelihatannya. Lumayan keras, tetapi begitulah salah satu stigma yang melekat terhadap para pekerja kantoran ini.

Sulit buat kaya

Sumber pendapatan utama seorang pekerja kantoran hampir dipastikan hanya lewat gaji bulanan saja. Hal ini bukan tanpa alasan, bekerja terus-menerus setiap minggunya menutup peluang seorang pekerja kantoran untuk bisa mencuri waktu demi menambah penghasilan.

Tak heran, banyak yang menyebut kalau mengambil pekerjaan kantoran sama saja menutup peluang kita untuk jadi kaya. Bisa disebut begitu karena gaji bulanan juga cuma cukup menutupi kebutuhan utama saja. Wah, segitunya, ya?

Baca juga: Raditya Dika Buktikan Sukses Bisa berawal dari Pekerjaan Sampingan

Keuntungan Mengambil Pekerjaan Kantoran

Walaupun nyelekit, sebenarnya stigma buruk seperti itu tak selamanya benar, lho. Kali ini, saatnya kita kulik lebih dalam apa saja keuntungan ketika kita mengambil pekerjaan kantoran.

Belajar disiplin

Siapa sangka, dibalik jam kerja monoton dan job desk yang seperti itu terus-menerus, ternyata bisa membuat kita lebih disiplin. Disiplin dalam hal ini bisa soal pembagian waktu dan suksesnya pencapaian target pekerjaan setiap bulan.

Selain itu, saking disiplinnya terhadap tugas kita, kita juga bisa jadi orang yang ahli dalam bidang tertentu. Ala bisa karena terbiasa, mungkin itu adalah pribahasa yang paling tepat untuk menjelaskannya.

Bisa belajar dari atasan yang punya segudang pengalaman

Orang-orang yang menempati posisi-posisi penting di perusahaan biasanya sudah memiliki kompetensi dan pengalaman yang memang sangat dibutuhkan oleh si perusahaan. Untuk itu, jangan sia-siakan atasan anda!

Maksud jangan sia-siakan atasan adalah kita tidak boleh hanya menjalankan tugas yang diberinya. Pelajarilah cara atasan anda dalam mengorganisir tim, menyelesaikan masalah, dan pahami cara berpikirnya demi kemajuan perusahaan.

Ambil ilmu sebanyak-banyak dari orang dengan segudang pengalaman tersebut. Bisa jadi, esok hari anda akan selevel dengannya.

Jika kompeten, bisa promosi jabatan

Sebagai pekerja kantoran, kita pasti akan dihadapkan pada target-target pekerjaan dan kompetisi antar pekerja kantoran secara tidak langsung. Patut sekali untuk digaris bawahi kalau hal ini adalah sangat baik untuk karir kita kedepannya.

Target dan kompetisi ini lah yang biasanya membuat kita lebih termotivasi untuk jadi yang terbaik, tentunya tanpa saling menjatuhkan dan berbuat hal yang merugikan rekan sejawat. Selama persaingan antar pekerja berlangsung secara sehat, perusahaan juga akan tumbuh dengan pesat.

Nah, jika perusahaan tumbuh dengan pesat, biasanya pekerja kantoran yang memiliki kontribusi yang baik akan dipromosikan jabatannya. Bukan tidak mungkin bisa menempati posisi-posisi strategis dan memimpin banyak tim. Dipimpin dahulu, memimpin kemudian. Asik.

Contoh Orang Sukses yang Memulai Karir Lewat Pekerjaan Kantoran

Banyak contoh orang-orang sukses yang awalnya memulai karir lewat pekerjaan kantoran. Inilah contoh orang sukses yang memulai karirnya lewat pekerjaan kantoran yang dirangkum khusus oleh outfitpria.com.

Dennis Muilenberg, berawal dari seorang anak magang

Siapa yang mengira kalau seoarang teknisi yang berstatus anak magang dulunya sekarang bisa menjadi CEO The Boeing Company. Ya, siapa yang pernah naik pesawat? Barangkali, pesawat jenis Boeing sudah anda naiki berulang kali.

Kesuksesan Boeing menjadi salah satu raksasa produsen pesawat terbaik dunia sebagian besar karena kecerdikan Dennis Muilenberg. Berstatus sebagai CEO, dulunya Dennis hanyalah anak magang yang masuk pada tahun 1985 sebagai teknisi. Keuletan dan dedikasinya kepada perusahaan membuat karirnya melesat tajam hingga mencapi puncaknya.

Chirs Gardner, dari gelandangan hingga jadi orang terkaya

Pernah nonton film berjudul The Persuit of Happiness? Kalau pernah, pasti tidak asing lagi dengan tokoh bernama Chris Gardner.

Film yang diperankan oleh Will Smith tersebut adalah kisah nyata yang diangkat dari biografi seorang milioner ternama dunia bernama Chris Gardner. Dalam film itu, dikisahkan kalau Chris adalah seorang pria yang memiliki segudang permasalahan hidup sampai ia sempat hidup gelandangan.

Suatu ketika, Chris mendapat kesempatan ikut tes masuk ke salah satu perusahaan keuangan ternama. Tak punya tempat tinggal, Chris mengerahkan seluruh kemampuan dan kesabarannya selama tes. Selain itu, Chris juga selalu menunjukkan dedikasi dan kedisiplinan yang luar biasa.

Tak khayal, beberapa atasan penting di perusahaan tersebut menaruh keyakinan pada Chris, hingga ia diangkat menjadi pegawai tetap. Sekarang, Chris sudah memimpin perusahaan sendiri dan ia menjadi salah satu tokoh inspiratif dunia.

***

Sukses bisa digapai lewat ketekunan, kedisiplinan, dan integritas yang dimiliki setiap orang. Itu artinya, siapa saja bisa sukses. Pun tak menutup peluang bagi orang-orang yang mengambil pekerjaan kantoran.

Di sini, outfitpria.com sudah menjelaskan sekaligus membuktikan bahwa pekerjaan kantoran juga bisa mengantarkan anda pada kesuksesan yang nyata. So, jangan minder, tunjukkan kualitas terbaik, buktikan kalau stigma itu sala dan anda bisa sukses sebagai pekerja kantoran!

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: