kaos distro

Saat memilih kaos distro, sebagian besar pria mempertimbangkan lengan pendek. Selanjutnya mereka memilih warna, desain (polos, gambar, grafis), ukuran, harga, dan akhirnya memutuskan hendak membeli atau tidak.

Kaos distro lengan panjang sering menjadi pilihan kedua, dengan kata lain diabaikan. Fashion stylist dunia, Luke McDonald mengatakan tidak banyak pria memiliki kaos lengan panjang di lemari pakaiannya.

Manfaat Kaos Lengan Panjang

T.O.P, rapper boyband BigBang yang juga salah satu ikon fesyen Korea dikenal karena kesukaannya mengenakan kaos-kaos berlengan panjang. T.O.P nyaris tak pernah sekali pun muncul di depan publik mengenakan kaos dan baju lengan pendek.

Penyanyi yang baru saja lulus wajib militer tersebut menyebut dirinya lebih nyaman mengenakan baju lengan panjang karena lebih sopan. Kebiasannya mengenakan pakaian berlengan panjang terbawa di rumah, bahkan sampai tidur.

Sebelum terjebak dalam stigma kaos lengan pendek lebih keren, ada baiknya kamu mengetahui apa saja manfaat memakai kaos lengan panjang.

1. Pakaian santai hingga formal

Kaos distro lengan pendek tak dimungkiri memberi kesan sederhana pemakainya, mudah dipasangkan dengan jins, celana panjang, atau celana pendek. Kaos lengan pendek juga cocok dibalut kemeja atau jaket.

Terlepas dari keunggulan tersebut, kaos lengan pendek benar-benar dikategorikan kasual dan santai. Berbeda halnya dengan kaos lengan panjang yang bisa membuat pemakainya terlihat pintar saat mengenakannya di acara santai, acara semi formal, dan formal.

2. Tubuh tampak lebih berisi

Kedengarannya sedikit aneh, namun ada golongan pria yang lebih cocok mengenakan kaos lengan panjang, khususnya mereka yang kurang menyukai lengan atas. Jika memakai kaos lengan pendek, lengan atasnya tampak ramping, kurus kering, tidak berisi.

Ini bisa membuat pria tegang dan tampak canggung di suatu acara. Kaos lengan panjang membuat pandangan tidak lagi terfokus pada lengan.

3. Melindungi tubuh

Kaos lengan panjang membuat tubuh tetap hangat dan terlindungi. Ini cocok sekali dipakai saat musim hujan, musim dingin, atau saat berada di lingkungan full AC.

Kamu yang suka traveling dengan pesawat terbang lebih tepat mengenakan kaos lengan panjang ketimbang kemeja formal. Kesannya lebih santai, namun membuat tubuh tetap nyaman sejak boarding hingga landing.

4. Cocok untuk layering

Kaos lengan panjang bisa dijadikan layering, sehingga membuat tampilanmu lebih keren. Kamu bisa bereksperimen dengan kaos lengan panjang, misalnya memilih kaos berwarna netral, kemudian melapisinya dengan kaos berkerah lengan pendek.

Warna yang cocok adalah dasar memadukan kaos lengan panjang dengan pakaian lainnya, misalnya kuning dan ungu, biru dan oranye, putih dan hitam. Kemeja denim juga cocok dipadukan dengan kaos lengan panjang, sehingga tampilanmu lebih cerdas dan apik, tanpa meninggalkan kesan kasual dan santai.

Desain Beragam

Crooz salah satu distro yang mengusung desain streetwear. Brand lokal yang memiliki banyak outlet di Singapura, Filipina, dan Jepang ini digawangi Max Praditya dan Ariana.

kaos distro
Sumber gambar: pexels.com

Kaos lengan panjangnya populer di kalangan anak band, seperti Thirteen, Pee Wee Gaskins, dan Sweet As Revenge. Harganya pun variatif, rata-rata Rp 130-180 ribu.

Crooz kerap memasukkan logo brand ke dalam desain kaos-kaosnya. Bentuknya merupakan gabungan dari api dan air yang sarat makna filosofi. Air adalah sumbu abadi dari api.

Famous Stars and Straps atau biasa dikenal dengan Famous adalah brand luar negeri milik drummer band punk rock Blink 182, Travis Barker. Desain dari kaos-kaosnya dipengaruhi aliran musik punk rock dan hip-hop. Kaos-kaos Famous familiar di kalangan pemain skateboard, BMX, dan sepeda motor.

Kaos-kaos streetwear biasanya kental dengan desain warna-warni. Alphanumeric, salah satu distro lokal dengan logo ikonik A# menembus batas-batas tersebut. Alphanumeric mengandalkan warna hitam, putih, dan abu-abu.

Starcross, distro dengan kepemilikan lebih dari 80 outlet seluruh Indonesia juga berinovasi dengan kaos lengan panjang. Brand yang populer di kalangan hipster ini mempertahankan konsep minimalis dan trendi dengan harga terjangkau. Harga kaos lengan panjangnya rata-rata Rp 125 ribu.

Ada banyak desain kaos lengan panjang dari brand-brand luar dan lokal. Sebagian besar mengusung konsep streetwear, sisanya berdesain kontemporer, minimalis dan kasual, retro dan vintage, hingga kaos-kaos berdesain jenaka.

Desain kontemporer melekat dengan citra modern. Pola gambar dan tulisan di kaosnya mewah dan rumit, sehingga sukar diduplikasi.

Desain minimalis dan kasual disukai karena membuat pemakainya tampil trendi kapan pun dan dalam situasi apa pun. Ini cocok buat si pecinta gaya santai, tidak suka repot, mengutamakan kenyamanan.

Kaos simpel dan kasual bisa dipadupadankan dengan outwear berbagai motif. Cocok untuk daily outfit, dikenakan kapan saja, mulai dari bangun tidur, olah raga, jalan-jalan, hingga bekerja.

Desain vintage didominasi warna-warna pudar, sedangkan retro lebih kontemporer dan bebas. Desain retro dan vintage tak pernah usang dan tak lekang oleh waktu. Kaos retro tak hanya mengadopsi gambar-gambar ikonik lawas, namun juga seni tipografi lewat desain huruf-huruf menarik.

Kaos-kaos berdesain lucu dan jenaka biasanya bermain dengan visual dan kata-kata. Meski namanya kaos distro, desain jenaka dapat dikombinasikan dengan desain elegan. Kaos-kaos pun tetap classy dan tidak kekanak-kanakan.

Perbedaan Harga

Banyak faktor dimasukkan dalam menentukan harga kaos, mulai dari jenis kain, proses pembuatan, hingga popularitas brand. Itu semua ikut memengaruhi jumlah yang harus dibayar konsumen.

Profesor Margaret Bishop dari Parsons School of Design, The Fashion Institute of Technology, Amerika Serikat menyebut jenis serat kain adalah komponen utama yang menentukan harga akhir produk pakaian. Jika selembar kaos terbuat dari 100 persen kapas organik, harganya jauh lebih mahal dibanding kaos campuran kapas dan bahan sintetis, seperti poliester.

Proses produksi selembar kaos tentunya melibatkan tenaga kerja kreatif. Distro adalah produk unik, bukan produk massal, sehingga produknya terbatas alias limited edition.

Ongkos produksi 10 ribu kaos yang diproduksi massal jauh lebih murah ketimbang 10 lembar kaos distro. Ada harga untuk kreativitas dan eksklusivitas.

Belum lagi jika kaos distro yang dipilih adalah brand impor. Kaos-kaos distro Amerika, seperti Supreme dan Vans harganya mahal karena dikenakan bea masuk dan biaya pengiriman.

Kaos distro lengan panjang harganya lebih mahal dari lengan pendek. Merujuk pada laman BUKALAPAK, kaos Supreme Air Jordan lengan pendek dijual Rp 105 ribu, sementara lengan panjang Rp 120 ribu. Demikian juga kaos BAPE Stussy lengan pendek dijual Rp 105 ribu, sementara lengan panjang Rp 130 ribu.

Satu kilogram kain katun combed – bahan kain untuk membuat kaos distro – dengan ketebalan 30s hanya bisa menghasilkan 4 lembar kaos lengan panjang ukuran L (size lokal) atau 3 lembar kaos lengan panjang ukuran L (size luar). Hasilnya lebih sedikit dibanding membuat kaos lengan pendek karena kebutuhan membuat bagian lengan.

Terlepas dari hitung-hitungan di atas, jangan takut membeli kaos distro lengan panjang dengan harga pantas selama barangnya berkualitas. Sisanya biarkan produk berbicara sendiri.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: