Fake Watches are for Fake People. Mungkin kamu pernah mendengar kampanye internasional yang diusung the Fondation de la Haute Horlogerie (FHH) sejak 2009. Kampanye ini menyindir orang-orang yang suka membeli produk jam tangan tiruan alias palsu.

Jam tangan tiruan hanya memuaskan hasrat orang-orang yang tidak mampu membeli produk original, tetapi ingin menunjukkan simbol status sejajar dengan mereka yang mampu membelinya. The Federation of the Swiss Watch Industry memperkirakan sekitar 15-30 persen jam tangan original yang dipasarkan online sebetulnya produk tiruan alias KW.

Industri ini juga mencatat rata-rata sembilan persen produk jam tangan tiruan disita di bea cukai setiap tahunnya. Ini berarti jam tangan adalah produk terbanyak yang dipalsukan setelah tekstil. Fakta mencengangkan, bukan?

Produsen jam tangan tiruan sering memalsukan brand besar, seperti Rolex, Breitling, Patek Philippe, dan Cartier. Mereka membuat jam tangan tiruan menyerupai asli dari komponen antah berantah, persis seperti proses penciptaan Frankenstein yang menyeramkan.

Kelebihan jam tangan original tentu saja lebih banyak dibanding kekurangannya. Ini berlaku untuk semua merek, buatan luar negeri juga lokal.

Orang bilang, ada harga ada rupa. Jam tangan original biasanya lebih unggul dari sisi desain, finishing, bahan, sehingga tak heran jika harganya lebih mahal dibanding jam tangan tiruan, apalagi yang abal-abal. Beberapa tipe jam tangan original buatan luar negeri bahkan sulit dipalsukan karena spesifikasinya sangat rumit dan memiliki nomor serial khusus.

Merek jam tangan yang sering dipalsukan biasanya dibanderol dengan harga 100-1.000 dolar AS atau Rp 1,4-14 juta, berdasarkan riset Forbes. Kualitasnya jauh lebih rendah dari jam tangan original merek lain atau produk lokal yang harga aslinya di kisaran sama.

Jam Tangan Original VS Tiruan

Seiring permintaan jam tangan original kian tinggi, para pemalsu tidak hentinya berinovasi dengan kemampuan memproduksi jam tangan tiruan. Padahal, jam-jam ini dibuat dengan mesin lawas yang sudah tidak digunakan lagi oleh pelaku industri zaman sekarang.

Melihat fakta-fakta di atas, bagaimana caranya membedakan jam tangan original dan tiruan?

1. Desain dan finishing

Jam tangan original dibuat sangat teliti dan berstandar tinggi. Detail dan finishingnya high-end, tanpa cacat. Jika ditemukan sedikit saja kesalahan, produk asli tidak lulus uji pemasaran.

Sebelum membeli, luangkan waktu untuk memeriksa detail jam tangan yang diinginkan sebaik mungkin, mulai dari dial atau permukaan jam yang terdapat penunjuk waktu, case atau bagian dalam jam, warna dan bahan strap, lebar strap, ketahanan air, winding, dan diameternya.

Jam tangan tiruan biasanya terbuat dari bahan mudah mengelupas. Tulisan mereknya ada yang cacat atau terdapat kesalahan penulisan. Logo kadang dibuat asal-asalan. Jarak antara angka penunjuk jam tidak sama. Pergerakan jarum detiknya tidak halus, bahkan mengeluarkan suara.

Casebacknya tidak ditandatangani karena palsu. Jam tangan tiruan juga tidak memberikan garansi. Kalau pun ada, garansinya terbatas, berkisar satu minggu hingga satu bulan.

2. Bahan

Jam tangan original bahannya lebih halus. Produk asli biasanya lebih berat dari produk tiruan yang menggunakan bahan lebih murah. Kondisi ini pengecualian untuk jam tangan mewah yang menggunakan bahan eksklusif, seperti titanium untuk menghasilkan jam tangan super ringan.

3. Harga

Jam tangan original harganya lebih mahal. Selain dibuat dari komponen terbaik, jam tangan original biasanya diimpor dari negara-negara, seperti Swiss yang industrinya sudah mendunia atau dibuat di pabrik-pabrik dalam negeri dengan produksi terbatas.

Oleh sebab itu, jika kamu ditawarkan jam dengan harga berbeda jauh dari harga pasar, itu bisa dipastikan jam tangan tiruan yang diklaim asli. Buka ponsel, cari tahu harga pasar, baru pertimbangkan membeli.

Ada dua golongan orang yang membeli jam tangan tiruan. Pertama, mereka yang tahu itu jam tangan palsu dan membelinya dengan sadar untuk menunjukkan simbol status. Kedua, mereka yang baru saja tertipu oleh penjual yang mengklaim itu produk asli. Kamu masuk golongan mana?

Banyak konsumen tidak tahu soal jam tangan original, sehingga tanpa disadari mereka tertipu saat membeli. Ada banyak situs online yang menjual jam tangan palsu, sebagian besarnya berbasis di negara-negara Asia.

Fakta mengejutkan lainnya, kebanyakan orang yang menjual jam tangan palsu tidak malu menyebut produk yang dijualnya tiruan alias replika. Mengapa? Karena mereka memang melayani konsumen yang mencari jam tangan palsu.

Jam tangan Parlent Zirconium

Sebut saja Si A, karyawan lepas dalam hati menginginkan Parlent Wood, jam tangan buatan lokal terbaik untuk pria dengan harga pasar Rp 660 ribu. Tiba-tiba ada yang menawarkan jam tangan tiruan yang diklaim sama baiknya dengan asli seharga Rp 250 ribu.

Si B, seorang pegawai honorer ingin memiliki Parlent Zirconium yang dibanderol Rp 675 ribu. Ia menemukan situs jual beli online yang menawarkan jam sama seharga Rp 300 ribu. Si A dan Si B yang tadinya menginginkan jam ini untuk bergaya dan menunjukkan ke semua orang pasti tertarik untuk membelinya.

Tak berapa lama setelah dipakai, keduanya menyadari jam tangan mereka palsu dan tidak menarik sama sekali. Produk di tangan ternyata berbeda dengan produk di foto yang mereka lihat di internet, tidak ada quality control, tidak ada garansi, dan pada akhirnya cuma bisa menyesali diri.

Buatan Lokal Kian Digemari

Spesifikasi jam tangan original di Indonesia saat ini bukan hanya berkiblat ke Swiss, namun juga buatan anak negeri alias made in Indonesia. Kamu mungkin pernah mendengar atau sudah familiar dengan brand NAM, Woodka, Expedition, Matoa, Lanccelot, Eiger, Zwagery, LIMA, dan Parlent. Ini semua produk lokal loh.

Pasar jam tangan di Indonesia tumbuh signifikan, mencapai 20-30 persen pada 2017. Angka ini bukan hanya untuk penjualan jam tangan mewah merek luar, namun juga lokal.

Parlent misalnya, masuk dalam kategori jam tangan premium dengan desain mewah. Koleksinya beragam, mulai dari Zirconium, Wood, Blue Amethyst, Bronze, Andromeda, Chrome, Enigma, Fierce, Luxor, Matte, Maximus, Palladium, Phoenix, Shield, Titan, dan lainnya.

Sekilas kamu mungkin mengira jam tangan Parlent hanya diperuntukkan kalangan atas dengan harga jutaan rupiah. Namun, siapa sangka jam tangan ini ada di kisaran Rp 500 ribu. Harga ini terbilang murah untuk jam tangan lokal dengan desain unik juga mewah.

Rentang harga jam tangan original buatan lokal pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, diperuntukkan untuk kelas menengah hingga atas. Dari pada membeli jam tangan impor tapi tiruan, dengan harga sama kamu bisa memilih brand lokal tapi original.

Teliti Sebelum Membeli

Berbicara tentang jam tangan original, ada sejumlah situs yang menawarkan cara cepat dan mudah untuk mendapatkan produk original. Langkah pertama tentu saja mengunjungi laman resmi brand yang diinginkan, misalnya www.parlentworld.com, jika kamu menginginkan jam tangan original keluaran Parlent.

Jam tangan original bisa didapatkan di online watch store terpercaya, seperti www.jamtangan.com, www.thewatch.co, atau di situs jual beli online, seperti Tokopedia, Blibli, atau Bukalapak, tentunya setelah mempertimbangkan kredibilitas penjualnya. Kamu juga bisa membandingkan harga produk di antara penjual di laman www.iprice.co.id dengan mengetik kata kunci merek jam tertentu.

Masih takut ditipu? Kunjungi langsung toko resmi brand tertentu di kotamu.

Outfit Pria salah satu laman resmi yang menjual berbagai jam tangan original buatan lokal yang dikhususkan untuk pria. Kami juga bisa membantumu menilai kualitas, kondisi, dan keaslian jam tangan.

Jam tangan original tak hanya mewakili simbol status bagi pria, namun juga penghargaan atas orisinilitas, hasil karya, kerja keras, keterampilan, dan kualitas. Jika jam tanganmu saja palsu, bagaimana dengan kehidupan, termasuk cintamu? Enggak mau dicap penuh kepalsuan juga kan? 😀

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: