freelancer online

Suka atau tidak, diakui atau tidak, yang namanya freelancer online pasti pernah berbuat salah. Ini bagian dari proses bertumbuh menjadi profesional.

Selain apresiasi bintang lima atau repeat order dari klien, tujuan utama freelancer online adalah bekerja sesuai tenggat waktu alias deadline. Ini bagian integral dalam membangun reputasi dan karier.

Deadline bisa menjadi duri jahat. Banyak freelancer bermasalah dengan kualitas konten karena dikejar deadline.

Kebanyakan freelancer online terlalu senang saat mendapat job baru, apalagi fee-nya cukup besar. Tak jarang mereka menerima semua tawaran, tanpa menyadari tanggung jawab yang harus dipikul.

Berapa banyak dari kamu yang menanyakan detail tawaran pekerjaan sebelum menerimanya? Apakah cukup hanya mengetahui jenis konten dan besaran fee, kamu langsung bilang oke? Sebagian besar mungkin menjawab, ya. Jujur aja deh!

Freelancer online yang cerdas dan tanggap dapat menangani masalah deadline secara efektif. Meski demikian, seprofesional apa pun mereka, pasti pernah kalah dengan yang namanya DEADLINE.

Prokrastinasi, Penyakit Freelancer Online

Tahu istilah prokrastinasi? Mungkin kamu pernah mengalaminya.

Kamu punya job menulis konten dan deadline-nya kurang dari 24 jam. Saat mau membuka laptop, kamu kepikiran, “Nanti aja deh abis makan siang.” Mungkin kamu sedemikian santai karena sudah sering menulis konten dengan tema sama, namun untuk laman website berbeda.

Selesai makan siang, kamu mikir lagi, “Kayaknya enak deh, kerja sambil ngopi di Starbucks nanti sore.”

Begitu sampai di Starbucks, kamu malah mengajak teman datang dan kalian sibuk membicarakan banyak hal. Kamu ngeles lagi, “Ntar malam aja lah di rumah, biar efektif.”

Faktanya sampai di rumah, kamu nonton TV lalu ketiduran. Kejadian sama berulang setiap hari.

Pekerjaanmu tak akan selesai jika prokrastinasi menjadi kebiasaan.

Prokrastinasi adalah gangguan psikologis yang umum dilakukan orang-orang, disadari atau tidak. Salah satu cirinya adalah menunda pekerjaan hingga menit-menit terakhir (last minute), tak peduli meski pekerjaan tersebut skala prioritasnya tinggi.

Orang yang melakukannya disebut prokrastinator. Nah, jangan sampai kamu melakukan kebiasaan buruk ini berulang-ulang.

Ketika orang-orang mendengar kamu seorang freelancer online, biasanya mereka berkomentar betapa menyenangkan bekerja dari rumah, mengambil cuti kapan pun mau, tidak terikat jam kantor, dan sebagainya. Tidak semua orang menyadari bahwa freelancer online juga punya jadwal kerja, sama seperti lainnya.

Gagasan bekerja kapan saja dan di mana saja terdengar bagus. Namun, dalam praktiknya, profesi ini berpeluang menumbuhkan kebiasaan buruk, salah satunya prokrastinasi.

Semakin lama kamu menunda pekerjaan, semakin tinggi tingkat stress yang datang. Bukan hanya pekerjaanmu yang menjadi masalah, kamu juga kehabisan waktu dan alasan.

Pikirkan konsekuensinya. Kamu akan berhadapan dengan deadline, kemudian meminta perpanjangan waktu ke klien.

Klien kehilangan kepercayaan dan mencari orang lain untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Kamu kehilangan penghasilan bulanan yang mungkin sebelumnya cukup besar untuk ukuran pekerjaan sampingan.

Klien kemudian mengulas keburukanmu menyelesaikan proyek kepada calon klien lain, memberi bintang satu atau dua yang memengaruhi penilaianmu keseluruhan, dan akhirnya tak ada lagi yang berniat menggunakan jasamu.

Tips Saat Deadline di Depan Mata

Freelancer online yang tidak mematuhi kesepakatan deadline sama saja bunuh diri pelan-pelan, meski terkadang kesalahan itu tidak disengaja.

Bisa saja kamu mendadak kecelakaan, jatuh sakit, atau keluargamu mendapat musibah. Bisa jadi kamu mendadak mendapat tugas dari bos di kantor dan harus menyelesaikan pekerjaan lain pada waktu sama. Kejadian terakhir sering dihadapi freelancer online yang mempunyai pekerjaan utama di tempat lain.

Apa yang bisa kamu lakukan jika sudah berada di ambang deadline?

1. Buat to-do list

Masih ada waktu satu hari menjelang deadline? Ambil pulpen dan kertas, atau notes di ponselmu, petakan waktumu dalam sehari ini, seperti halnya menyusun to-do list. Apa saja yang kamu lakukan mulai dari bangun tidur hingga sebelum pukul 00.00 WIB?

Foto: Pixabay

Beri waktu untuk makan, ibadah shalat, menerima telepon klien, melakukan perbaikan konten jika diperlukan, hingga istirahat sejenak. Meski dikejar deadline, kamu harus tetap sehat dan waras ya.

2. Time-blocking

Time-blocking bisa dibuat versi harian. Ini diperlukan supaya kamu fokus menyelesaikan pekerjaan yang sudah deadline. Kamu bisa mengatur status sibuk di ponsel atau akun media sosial, sehingga tak ada yang mengganggumu.

Foto: Pixabay

Langkah selanjutnya adalah memilih tempat bekerja. Kamu bisa bekerja dari rumah, working space, coffee shop, di taman, di perpustakaan, di mana saja selama bisa produktif. Terakhir, gunakan timer saat bekerja. Ini membuat periode waktumu lebih efektif.

3. Kurangi gangguan

Freelancer online harus fokus dan pandai mengendalikan diri. Banyak gangguan di luar sana, terlebih jika kamu bekerja dari rumah.

Godaan internet merupakan gangguan paling signifikan. Internet adalah sekutu yang memungkinkanmu mendapat banyak job, melakukan riset, menemukan ide baru. Di sisi lain, internet juga musuh besarmu, terlebih saat deadline sudah di depan mata.

Foto: Pixabay

Jangan pernah memeriksa email, membuka Facebook, Twitter, Instagram, apalagi bermain Mobile Legends saat kamu sedang bekerja memenuhi deadline.

Kamu awalnya mungkin berpikir, “Gak apa-apa, 15 menit saja kok.” Faktanya kamu berselancar di dunia maya nyaris satu jam. Hilang sudah waktu produktif yang seharusnya kamu gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.

4. Multitasking

Mau tidak mau jika sudah deadline, kamu harus belajar multitasking. Freelancer online perempuan mungkin lebih bisa melakukannya dibanding laki-laki. Namun, bukan berarti laki-laki tidak bisa multitasking loh.

Foto: Pixabay

Kamu bisa kerja sambil makan, kerja sambil mengangkat panggilan telepon dari klien, kerja sambal mendengarkan musik, atau mengerjakan 2-3 job dari beberapa klien dalam satu waktu.

5. Cari bantuan sesama freelancer

Tidak ada salahnya meminta rekanmu sesama freelancer online untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang sudah terlanjur deadline. Saat kelebihan beban, kamu boleh meminta bantuan, sebab siapa pun akan melakukan hal sama.

Pilihlah mitra yang bisa kamu percaya, utamanya kamu kenal. Kamu sebelumnya sudah pernah membaca hasil karyanya, atau minimal mendapat rekomendasi dari teman yang kamu percaya.

Opsi ini mungkin sedikit merugikan karena otomatis pendapatanmu berkurang untuk membayar orang lain. Namun, setidaknya di mata klien kamu profesional. Reputasimu tetap terjaga.

Foto: Pixabay

Kamu yang tergabung dalam komunitas blogger misalnya, lebih mudah menemukan penulis konten yang sesuai dengan proyek yang sedang kamu kerjakan. Kamu bisa menawarkan pekerjaanmu pada mereka dengan bagi hasil profesional.

6. Minta perpanjangan waktu

Klien juga manusia. Pastinya paham sesekali hal tak mengenakkan mungkin terjadi. Semua akan baik-baik saja selama kamu menjalin komunikasi yang baik dengan klien.

Klien pasti mempertimbangkan jika alasanmu tepat. Sebagian besar klien biasanya bersedia memberikan ekstensi alias perpanjangan waktu. Terus terang saja dengan mereka.

Foto: Pixabay

Komunikasi yang baik adalah kunci kamu tetap bisa mendapatkan lima bintang. Jadilah komunikator yang baik, itu yang terpenting.

Jangan mengirim chat, alih-alih mengabarkan klien lewat email. Kamu sebaiknya langsung menelepon atau video call (skype) untuk mengonfirmasi hal tersebut.

7. Regenosiasi kontrak

Jika kamu membuat kesepakatan awal dengan klien, sebaiknya ada opsi renegosiasi kontrak atau persyaratan. Kamu bisa meminta klien melakukannya, kemudian menyusun lagi waktu supaya lebih efektif.

Beberapa klien mungkin kesal. Untuk mengantisipasi hal ini, freelancer online pun rela bayarannya berkurang, bahkan ada yang akhirnya bekerja tanpa dibayar.

Meski demikian, langkah pahit yang diambil ini kadang berguna di masa depan. Selama kamu berkomitmen, klien yang tadinya kesal bisa saja berubah menjadi klien yang loyal dan tidak kapok menggunakan jasamu.

Foto: Pixabay

Cara terbaik supaya terhindar dari jebakan deadline adalah menyelesaikan tugas-tugas dimulai dari yang paling dekat tenggat waktunya. Penting untuk menanamkan kualitas dalam setiap pekerjaan.

Kamu bisa jadi sudah berusaha semampumu, namun tak kunjung menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Apa pun alasannya, jangan terlalu sering menunda.

Semua hal di dunia ini ada batas waktunya. Everything and everyone has an expiration date. Deadline akan terus menghantui jika tugas tak kunjung diselesaikan.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: