desainer online

Kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu membentuk reputasi pekerja freelance, seperti desainer online. Terlepas apakah proyek yang kamu kerjakan berskala prioritas tinggi atau tidak, jika kamu dikenal sebagai pekerja yang tidak mematuhi deadline, kebiasaan tersebut perlahan mematikan kariermu.

Desainer online memiliki spektrum kerja berbeda, bahkan jauh lebih berat dari pekerja freelance lainnya. Meski demikian, penghasilan atau fee yang diperoleh cukup menjanjikan.

Kamu harus cepat beradaptasi karena masing-masing klien mempunyai tuntutan sendiri. Penguasaan skil, seperti software grafis Photoshop, CorelDraw, Illustrator saja tidak cukup.

Desainer online harus imajinatif, berdaya seni tinggi. Ini lah yang membuat tantangan profesi ini cukup berat.

Bekerja freelance sebagai desainer online itu menyenangkan sekaligus menakutkan. Ada selusin tahapan yang perlu dibahas satu per satu. Alur kerjanya selangkah demi selangkah demi hasil akhir memuaskan yang berujung pada proyek berkelanjutan dari klien.

Kesalahan Desainer Online Saat Terjebak Deadline

Desainer online juga manusia, bisa berbuat salah. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa menumpuk jika semua proyek dikerjakan di ambang deadline.

Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, apalagi baru diketahui saat hasil proyek sudah diserahkan ke klien. Apa saja bentuk-bentuk kesalahan desainer online yang kurang fokus akibat deadline?

1. Salah penulisan (typo)

Kesalahan ini paling sering terjadi, khususnya saat menulis huruf, angka, dan istilah asing.

Font yang digunakan tak sesuai kebutuhan. Pada desain digital, seperti website, judul dan subjudul sebaiknya menggunakan font tebal, sedangkan deskripsi menggunakan font lebih tipis.

Foto: Pixabay

Tidak semua desainer online mengerti bahasa dan istilah asing. Namun, cek dan ricek hendaknya dilakukan. Jangan sampai karena malas mengoreksi, kesalahan baru terlihat setelah pekerjaan selesai.

2. Salah warna

Akibat terburu-buru, desainer online kurang detail memerhatikan kesesuaian warna. Kesalahan ini akhirnya membuat karya tak elok dipandang.

Desain flat biasanya menggunakan warna-warna lembut, sedangkan desain manipulatif (2D atau 3D) biasanya menggunakan warna-warna kontras.

3. Gambar dan teks tidak proporsional

Desainer online yang diburu deadline bisa tidak proporsional mengatur gambar dan teks. Kadang gambar kebesaran dan teks kekecilan, atau sebaliknya, teks kebesaran dan gambar kekecilan.

Desainer grafis misalnya, harus bisa menyesuaikan foto, grafik, dan kutipan dengan dasar kolom grid. Jarak kata diperhatikan supaya kolom kanan dan kiri teks rapi juga seimbang.

Foto: Pixabay

Teks untuk desain digital dengan desain grafis jelas berbeda. Desain digital lebih baik menggunakan teks raster yang terbuat dari titik-titik atau piksel. Desain grafis lebih baik menggunakan teks vektor atau poligon.

4. Salah format

Ada banyak format penyimpanan foto, logo, dan sebagainya, mulai dari JPEG(*JPG; *JPEG; *JPE) atau PNG(*PNG; *PNS).

JPEG digunakan untuk gambar yang memiliki latar belakang (background), sedangkan PNG untuk gambar tanpa latar belakang. Format JPEG memuat ukuran gambar lebih kecil ketimbang PNG.

Kesalahan format juga terjadi saat logo tidak bisa digunakan dalam format hitam putih atau grayscale. Padahal, logo sering digunakan untuk output hitam putih atau grayscale, misalnya saat difoto kopi.

5. Resolusi gambar kekecilan

Resolusi gambar kekecilan membuat gambar pecah atau blur. Kesalahan ini bisa dilakukan desainer online secara tak sengaja, biasanya karena terburu-buru dan konsentrasi pun berkurang.

Resolusi gambar idealnya berkisar 300-400 pixel per inci. Gambar yang digunakan setidaknya empat kali lebih besar dari ukuran yang diinginkan. Logo yang baik bisa dicetak jelas pada papan ukuran billboard sekali pun.

6. Desain plagiat

Orisinalitas kunci utama profesi desainer online. Logo yang dibuat misalnya, harus murni dari ide sendiri. Jangan sampai deadline membuatmu menghalalkan segala cara, termasuk mengopi sebagian kecil atau sebagian besar logo orang lain.

Tips Desainer Online Hindari Jebakan Deadline

Bagi desainer online, waktu adalah uang. Manajemen waktu, khususnya menghadapi deadline menjadi hal yang sifatnya pribadi, sebab masing-masing desainer memiliki ritme kerja sendiri.

Meski demikian, ada beberapa strategi yang bisa dicoba semua pelakon desainer online supaya terhindar dari jebakan deadline.

1. Bersikap realistis

Kamu bukan Doctor Strange, super hero Marvel yang bisa menghentikan waktu sesuka hati. Bagimu, satu hari tetap 24 jam. Oleh sebab itu, jadilah realistis.

Mengerjakan lima proyek dalam satu waktu kedengarannya seperti bunuh diri, meski beberapa orang bisa melakukannya. Rata-rata desainer online hanya menerima tiga pekerjaan pada satu waktu. Mereka memanfaatkan sisa waktu untuk mengoleksi ide-ide baru dan menemukan inspirasi untuk proyek berikutnya.

Jangan maruk menerima job sana sini tanpa perhitungan yang akhirnya memengaruhi kualitas desain yang sedang kamu kembangkan. Job berlebihan adalah kesalahan umum yang dilakukan desainer online, juga pekerja freelance lainnya.

Memang benar, ada masanya kamu sepi job. Namun, bukan berarti kamu harus menerima semua tawaran sekaligus. Terimalah pekerjaan sesuai beban kerja yang bisa kamu tanggung.

Terima pekerjaan sesuai beban kerja yang bisa ditanggung (Foto: Pixabay)

Pekerjaan terlalu banyak membuatmu menghasilkan karya yang biasa-biasa saja. Pilih tawaran pekerjaan dengan penuh pertimbangan, sehingga peluangmu untuk dipekerjakan kembali oleh klien semakin tinggi.

Kamu harus belajar berani menolak dan mengatakan ‘tidak’ kepada klien. Seorang klien bisa saja memintamu melakukan pekerjaan melebihi kapasitas dalam satu waktu. Saat kamu tahu tak mungkin menyelesaikannya hingga batas waktu yang ditentukan, sampaikan alasanmu baik-baik dan berterus terang.

Kamu boleh akomodatif, namun tetap mengukur kemampuan diri. Jika tidak mungkin rasanya menyelesaikan pekerjaan dari klien A sesuai waktu yang ditentukan, sebaiknya kamu tolak pekerjaan tersebut, atau minta bayaran lebih tinggi.

2. Sisakan waktu untuk hal tak terduga

Kamu perlu memperkirakan laptop mendadak mati, kamu tiba-tiba sakit, kecelakaan, bos di kantor (bagi yang punya pekerjaan utama) memberi tugas dadakan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, ada baiknya menyelesaikan orderan pekerjaan dua atau tiga hari sebelum deadline, bukan sehari, apalagi malam hari menjelang deadline.

3. Boleh menunda, asalkan…

Kamu tidak harus buru-buru mendesain karya. Kamu bisa menunda pekerjaan demi melakukan eksperimen kecil untuk mendapat ide, misalnya pergi jalan-jalan ke taman mencari inspirasi, delivery order makanan favorit ke rumah, atau bersih-bersih, apa saja yang bisa memunculkan inspirasi, sehingga bayangan apa yang mau dikerjakan sudah ada di luar kepala.

Desainer online membutuhkan waktu untuk mendesain ulang beberapa bagian penting dari sebuah aplikasi. Manfaatkan waktu seefektif mungkin.

4. Susun template mingguan

Kerja freelance itu bagai mempunyai otonomi sendiri. Akan lebih bagus jika kamu menyusun template mingguan berisi daftar tugas atau rencana-rencana yang harus dieksekusi. Template ini memungkinkan kamu bekerja lebih produktif.

Kamu juga perlu mengoleksi sebanyak mungkin ide, kemudian simpan di memori juga dokumen pribadi. Ide-ide tersebut mungkin saja dipakai oleh klien berikutnya. Ini akan mempersingkat waktu pengerjaan dan mempermudah pekerjaanmu.

5. Temukan waktu produktif

Ada orang yang produktif bekerja di pagi hari setelah Subuh. Ada orang yang produktif bekerja dini hari, setelah sebelumnya tidur lebih dulu. Ada pula yang merasa produktif setelah minum kopi sore hari.

Foto: Pixabay

Ini bukan berarti kamu setiap harinya cuma bekerja kurang dari delapan jam, melainkan mengoptimalkan waktu produktifmu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

6. Komunikasi lebih awal dengan klien

Jika kamu memiliki klien di luar kota, apalagi zona waktu berbeda, satu WIB, satu WITA atau WIT, ada baiknya kamu mengomunikasikan detail pekerjaan lebih awal. Kita tidak tahu seberapa sibuk klien dengan pekerjaannya yang lain.

Begitu kamu mempunyai kesempatan berkomunikasi dengan klien, bicarakan tentang rancangan dan desain yang diinginkan selengkap mungkin.

7. Cari bantuan

Jika pekerjaan tak kunjung selesai jelang deadline, cari bantuan orang ketiga. Ada banyak situs yang bisa memberimu solusi, seperti Sribulancer, Project.co.id, Fastwork.id, 48hourslogo.com, Coroflot.com,  iFreelance.com, dan Guru.com. Kekurangannya, kamu harus merelakan sebagian besar penghasilan untuk membayar jasa orang lain.

Foto: Pixabay

Jauh lebih baik kamu memiliki teman sesama desainer online. Namanya bisa direkomendasikan dari grup komunitas. Ini untuk memastikan kamu memilih ‘penolong’ yang sesuai dengan anggaran.

Desainer online yang kreatif dapat berkompromi dengan deadline. Meski demikian, seprofesional apa pun mereka, pasti pernah kalah dengan yang namanya DEADLINE. Sah-sah saja, asal jangan keseringan ya?

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: