Demam hypebeast melanda Indonesia sejak 2015. Ini adalah sebutan para pengguna barang-barang streetwear (fesyen jalanan) yang sporty, modis, dan kekinian.

Penggila hypebeast style rela merogoh kocek dalam demi mengupgrade tren busana terbaru, mulai dari kaos, celana, jaket, hoodie, sepatu, tas, dan aksesoris lainnya. Kita begitu mudah melihat artis di jagat Instagram menerapkan tren satu ini.

Mewah zaman sekarang tak lagi identik dengan penampilan glamor dan blink-blink, tapi lebih sederhana. Sesederhana desain kaos BAPE, namun harga jualnya bisa mencapai Rp 3 juta per potong. Sesimpel kaos Supreme, namun harga jualnya bisa mencapai Rp 1 juta per potong.

Anak muda hingga orang tua, they want to look forever young. Tak perlu heran jika kita menemukan driver ojol mengenakan kaos Off-White dan sneakers Nike Air Max. Inilah kenapa outlet clothing line atau distribution store (distro) semakin menjamur, brand-brand lokal bermunculan.

Lima Desain Kaos Distro Terbaru

Kali ini kita akan membahas kaos, item fesyen paling ikonik dari industri distro. Apa saja sih desain kaos distro terbaru yang sedang hits saat ini?

1. Desain Streetwear

Citra sporty selalu melekat pada desain streetwear, ditambah lagi kaos-kaosnya dijual terbatas di distro independen. Fesyen yang mengusung budaya anak jalanan, khususnya surfer dan skater ini pertama kali populer di California, kemudian diminati anak-anak muda seluruh dunia.

Pria yang mau tampil keren biasanya tak pernah absen memasukkan kaos streetwear ke dalam list online shop atau keranjang belanjanya. Brand Supreme dan Vans paling familiar sebab salah satu pionir yang merevolusi dunia streetwear.

Situs Fashion Beans merangkum lima merek streetwear paling hits di berbagai negara tahun ini, yaitu Off-White, BAPE, A-Cold-Wall, Stussy, dan Supreme. Khusus Indonesia, brand lokal yang sedang nge-tren mengusung streetwear saat ini adalah Friday Killer, Grifone, Famous, Crooz, Thanksinsomnia, dan Screamous.

Grifone adalah distro lawas yang sudah eksis sejak 1978, namun sempat hiatus hampir 20 tahun. Kaosnya unik, khususnya pada bagian sablon yang menyajikan grafik warna-warni.

Ilustrasinya modern, bahkan radikal. Lihat saja lima karakter radikal Grifone Reborn yang merupakan koleksi 2018, yaitu Surfer Stain, Gila Kelly, Radical Butch, Sexy Jenny, dan Lunatic Rotten. Harganya berkisar Rp 150-250 ribu.

Thanksinsomnia menggabungkan elemen artwork grafiti dengan fesyen street style, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gayanya mengawinkan grunge style, old school, dan modern style.

THXNSMN, sebutan lainnya membidik pasar anak muda yang penuh dinamika dan energi. Ini membuat desain-desain kaosnya lengket dengan kultur anak muda, anime, pop culture, musik, dan gaya hidup modern perkotaan. Kisaran harga kaosnya Rp 50-250 ribu.

2. Desain minimalis dan kasual

Kaos berdesain minimalis dan kasual disukai karena membuat pemakainya tampil trendi kapan pun dan dalam situasi apa pun. Ini cocok buat si pecinta gaya santai, tidak suka repot, mengutamakan kenyamanan.

Kaos simpel dan kasual bisa dipadupadankan dengan outwear berbagai motif. Cocok untuk daily outfit, dikenakan kapan saja, mulai dari bangun tidur, olah raga, jalan-jalan, hingga bekerja.

Bloods, 3Second, Unkl347, Wadezig! dan Erigo adalah contoh brand yang menyematkan desain simpel, kasual, dan trendi di kaosnya.

Erigo eksis sejak 2013. Kaos-kaosnya kerap mengangkat tema traveling, khas gaya hidup anak muda zaman sekarang. Desain logonya selalu tertera di semua koleksi. Harga kaosnya rata-rata dibanderol Rp 185 ribu.

Unkl347 adalah brand Bandung dengan desain super simpel dan trendi. Koleksinya sering terjual habis diborong para hipster. Unkl347 salah satu pionir industri distro di Indonesia yang familiar dengan dunia surfing, skateboard, dan musik.

Sentuhan artistik nan kuat dan minimalis membuat Wadezig! mampu bersaing dengan kaos-kaos distro merek luar. Brand asal Kota Kembang ini muncul berangkat dari keprihatinan banyaknya brand luar yang diproduksi di Indonesia. Harga kaosnya di kisaran Rp 50-150 ribu.

3. Desain retro dan vintage

Style retro populer era 1970-an hingga 1990-an, disebut juga old style. Style retro melekat pada bintang-bintang besar, seperti Elvis Persley dan Michael Jackson.

Desain vintage didominasi warna-warna pudar, sedangkan retro lebih kontemporer dan bebas. Desain retro dan vintage tak pernah usang dan tak lekang oleh waktu.

Kaos retro tak hanya mengadopsi gambar-gambar ikonik lawas, namun juga seni tipografi lewat desain huruf-huruf menarik. Biasanya kaos retro memadukan warna-warna eyectaching dengan susunan kata inspiratif hingga nyeleneh.

Suicide Glam adalah distro asal Bali. Kreatornya tak lain Rudolf Dethu, sosok yang dekat dengan band Superman is Dead.

Sejak populer tahun 2000-an, Suicide Glam sudah mengekspor kaos-kaosnya ke Australia, Jepang, Jerman, bahkan Kanada. Harga kaosnya rata-rata Rp 150 ribu.

Kevas.co adalah brand asal Bandung yang fokus dengan model vintage, juga rajutan motif navajo klasik. Ini wajar sebab brand ini awalnya hanya menjual produk rajutan yang kemudian berkembang memproduksi kaos dan aksesoris lainnya. Harga kaosnya rata-rata Rp 150 ribu.

4. Desain jenaka

Kaos-kaos berdesain lucu dan jenaka biasanya bermain dengan visual dan kata-kata. Meski namanya kaos distro, desain jenaka dapat dikombinasikan dengan desain elegan. Kaos-kaos pun tetap classy dan tidak kekanak-kanakan.

Kamu yang sering traveling ke Bali pasti sudah tak asing dengan Joger. Kaos-kaosnya seperti pabrik kata-kata yang berdesain jenaka atau memotivasi dengan sisipan humor menggelitik.

Kamengski lebih berani karena mendesain ulang logo-logo ternama, kemudian memparodikannya dengan kata-kata baru yang saat dibaca kadang mirip dengan logo atau tulisan asli.

Logo dari merek Lego misalnya, dimodifikasi menjadi Letgo. Logo Sprite dimodifikasi menjadi Spirit. Meski secara visual mirip, namun maknanya berbeda. Harga kaos-kaos Kamengski rata-rata di bawah Rp 150 ribu.

5. Desain kontemporer

Desain kontemporer melekat dengan citra modern. Pola gambar dan tulisan di kaosnya mewah dan rumit, sehingga sukar diduplikasi. Dreambirds Artwear dan Sch adalah dua brand lokal yang senang mengangkat desain kontemporer pada kaos-kaosnya.

Sch atau dulunya dikenal dengan nama Ouval Research adalah brand Bandung yang kaos-kaosnya sudah diekspor ke Singapura dan Jerman. Brand yang digawangi Rizki Yanuar, Firman Firdaus, dan Arif Maskom ini sudah terkenal sejak 1997 di kalangan hipster. Desain kontemporernya terinspirasi dari kehidupan anak muda.

Logo dan gambar burung hantu sudah identik dengan Dreambirds Artwear sejak 2009. Brand lokal ini didirikan Abinara dan Sasa Rianzy. Brand yang mempunyai offline store di Kemang, Jakarta Selatan ini menjual kaos dengan kisaran harga Rp 150 ribu.

Tips Memilih Kaos Distro

Kaos-kaos distro bukan mass product, melainkan unique product. Ini yang membuatnya istimewa dan mendapat tempat khusus di hati pemakainya. Supaya tidak zonk, kamu perlu mengetahui tips dan trik membeli kaos distro, di online store maupun offline store.

Foto: Pixabay

1. Pilih desain dan brand

Kaos distro secara personal menggambarkan siapa pemakainya. Ide distro sendiri awalnya berasal dari komunitas untuk memenuhi kebutuhan fesyen komunitas itu sendiri.

Contohnya saja desain streetwear yang dipopulerkan komunitas skater dan surfer di Amerika. Ada juga Unionwell, kaos-kaos distro eksentrik milik David Naif yang terkenal di kalangan pecinta motor klasik di Indonesia juga dunia.

Cosmic, distro yang kaos-kaosnya bertujuan mengangkat kreativitas dalam seni dan pendidikan. Kaos-kaosnya disukai mahasiswa dan pelajar, bahkan diekspor ke Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Racerkids, distro milik drummer NTRL, Eno Gitara ditujukan untuk anak-anak muda yang senang mengekspresikan diri. Racerkids berarti bocah petarung, cocok untuk mereka yang sedang mencari identitas diri dan senang berkompetisi.

So, pilih desain kaos yang kamu banget dan tentukan brand distro yang cocok memenuhi karaktermu.

2. Cek bahan

Saat memilih kaos, cek bahannya terlebih dahulu. Baju-baju distro umumnya terbuat dari katun, seperti katun viscose, katun combed, katun jepang, katun carded, katun bambu, TC, PE, dan sebagainya.

Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang paling bagus dan nyaman dipakai tentunya jenis katun combed. Mengapa? Karena bahannya 100 persen terbuat dari serat kapas alami.

Karakteristiknya halus, dingin, menyerap keringat, sehingga nyaman dipakai. Cocok lah buat kamu yang tinggal di negara tropis, seperti Indonesia.

3. Cek ketebalan dan ukuran

Kaos-kaos distro kadang menampilkan keterangan angka 20s, 24s, 30s, dan 40s. Angka-angka ini menunjukkan ketebalan material bahan kaos, sehingga kamu bisa menilai setebal dan setipis apa kaos yang akan dibeli.

Semakin besar angka, semakin halus dan tipis bahannya, semakin mahal pula harganya. Benang 20s memiliki ketebalan 180-220 gram/m2. Benang 24s memiliki ketebalan 170-210 gram/m2. Benang 30s memiliki ketebalan 140-160 gram/m2. Benang 40s memiliki ketebalan 110-120 gram/m2.

Pilihlah kaos yang tidak terlalu ketat supaya nyaman digunakan. Pecinta kaos distro biasanya mereka yang suka santai dan tak ingin tampil terlalu mencolok di muka umum.

4. Cek sablon dan detail jahitan

Sablon kaos distro dengan teknologi direct to garment (DTG) printing biasanya lebih awet meski dicuci berulang kali. Hasil sablonnya detail, warna cerah dan tajam, gambarnya tahan lama.

Jahitan kaos paling baik berpola rantai. Ini bisa dilihat pada bagian bahu atas yang menghubungkan kerah dengan lengan kaos.

5. Cek harga

Idiom “Ada harga, ada rupa” nyaris tak pernah salah merepresentasikan kualitas barang. Buat kamu yang suka membeli kaos distro secara online, cek harga itu perlu.

Penjual yang berani membanting harga kaos distro terbaru hingga dibawah Rp 50 ribu biasanya memiliki kualitas produk abal-abal dan mengecewakan. Kaos dengan kisaran harga Rp 50-100 ribu dikategorikan kualitas menengah, sementara di atas Rp 100 ribu biasanya kualitas tinggi, bahkan impor.

Pilihlah penjual online terpercaya. Lihat rating dan ulasan pembeli-pembeli sebelumnya. Ini bisa membantumu sehingga tidak zonk saat barang sudah di tangan.

Hal terakhir yang harus diingat, kamu tidak harus terbawa arus hypebeast kelas berat. Sesuaikan pilihan gayamu dengan dompetmu. Happy shopping!

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

TOP

X
%d blogger menyukai ini: